Superpulsa.net is for SALE
Wednesday, February 3rd, 2010Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih atas seluruh member superpulsa yang selama ini telah memberikan dukungan dan sumbangan pemikiran atas kemajuan yang telah dicapai superpulsa dari awal 2007 hingga saat ini.
Diakibatkan oleh sesuatu hal yang tidak dapat kami ceritakan disini, maka dengan ini kami terpaksa menjual domain, hosting, dan sekaligus usaha ini kepada siapapun yang berminat. Kesibukan yang cukup tinggia dari setiap individu yang berkepentingan di dalamnya mengharuskan hal ini tercipta.
Harga yang kami tawarkan adalah Rp. 7.500.000 sampai dengan tanggal 10 April 2010. Jika lewat dari tanggal tersebut, maka harga akan naik.
Keuntungan yang akan anda dapatkan dengan menginvestasikan dana tersebut adalah sebagai berikut:
1. Member superpulsa saat ini mencapai 536 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan otomatis, mereka semua akan menjadi downline anda begitu anda membeli usaha ini.
2. Rata-rata bonus saldo yang setiap hari anda dapatkan adalah Rp. 10.000 - Rp. 12.000.
3. Domain superpulsa.net telah menduduki 10 situs teratas di google untuk pencarian keyword “pulsa elektrik”.
4. Harga beli pulsa di server kami adalah sangat murah.
Bila anda berminat dan ada yang kurang jelas, silahkan hubungi 08126083341 untuk penjelasan lebih detail.
Terima kasih
Sepekan silam saudara-saudara kita yang berada di Padang dan Pariaman, Sumatra Barat dilanda gempa berkekuatan 7.6 skala richter. Hingga hari ini tim evakuasi baru menemukan 506 korban tewas dan 481 korban lainnya masih dalam pencarian. Gempa menghancurkan ribuan rumah warga dan sejumlah kantor pemerintahan.
Segenap crew dan management superpulsa mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzn, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Transaksi masih lancar dan stock lengkap. Deposit baru buka tanggal 25 September 2009 mendatang, tapi transaksi tetap berjalan normal.
Mendengar kata “Si Gepeng” kita memang bisa menafsirkannya bermacam-macam, tapi yang dimaksud disini adalah sebutan bagi para pengemis / tukang minta-minta / gelandangan mungkin secara kasarnya. Banyak sekali hal-hal yang melatarbelakangi si gepeng ini sehingga akhirnya menekuni perkerjaan yang sebagian orang menganggap adalah pekerjaan hina. Faktor terbanyak adalah karena terdesak kebutuhan ekonomi dan tidak memiliki pekerjaan karena kemampuan pun terbatas. Padahal tidak sedikit juga dari sebagian para gepeng tersebut yang menganggap bahwa pekerjaan mengemis itu aib. Namun apalah daya, hal terakhir yang bisa mereka tempuh hanya itu. 
